Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label opini. Tampilkan semua postingan

kartu bebas macet

19 Sep 2012

Salam, ngek, gubrak..!!! Dah lama gue gak ngurus ini blog lagi, bukan karena gak ada bahan yang mau ditulis, tapi karena emang lagi males pergi ke warnetnya, hehehehe. Sebenernya ada aja berita yang bisa gue tulis, mulai dari film yang lagi didemo, kisah penggerebekan pabrik narkoba, sampe kisah tiada akhir kasus century yang mencuat lagi. Tapi kali ini gue bukan mau share tentang hal-hal yang gue tulis diatas. Selain gak minat, sepertinya udah banyak media blog yang telah menayangkan atau mengulas tentang masalah diatas. Dan hal yang gue tulis nanti-pun, sebenernya juga sebuah kisah basi, ya tapi paling tidak gue bisa bercerita tentang kejadian yang tadi sore gue alami. MACET, yerp, kemacetan sepertinya masih menjadi bahasan yang penting buat ibu kota Jakarta selain masalah banjir.

Sore ini gue disuruh nganterin adek gue pergi ke kampus dibilangan Gandaria, ya berhubung gue lagi libur kerja, gak ada salah nya gue sekali-kali nganterin. Dengan yakin, gue berangkat sore itu, bruumm.... sampe dikampus dengan selamat dan lancar jaya. Tapi apa yang terjadi setelah gue mengarahkan laju motor gue ke arah pulang, wakwawww... ya ampun macetnya bikin bulu kuduk gue merinding. Nampak dari arah arteri, jembatan layang kebayoran menuju kearah ciledug dipadati kendaraan yang berjejer tak rapi. Jelas ini bukan pemandangan yang bagus, maklum meski gue juga beraktivitas, tapi area yang gue lewati gak semacet yang gue liat ini. gue kerja didaerah kedoya dan jalur yang gue lewati, meski macet namun tak separah dengan apa yang gue saksikan saat itu, dimana kendaraan menumpuk tak bergerak dengan leluasa. Kembali ke cerita... alhasil, gue memutuskan untuk tidak melewati jalur kebayoran yang mengarah ke ciledug, tapi gue mencoba mengambil jalan arah permata hijau yang arah ke kelapa dua. Dan lagi-lagi, bukan dapat kelancaran, tapi area macet lagi yang gue dapat, karena gue udah terjebak, terpaksa gue nikmatin mecet ini. Dan yang parahnya lagi, setelah gue berhasil melewati jalur permata hijau, gue melalui arah kelapa dua menuju joglo. Dan lagi-lagi, macet masih jadi jajanan gue disore itu, jangankan berjalan perlahan, untuk sekedar bergerak pun butuh waktu cukup lama, ya mungkin buat sekedar joget-joget gangnam style bisa kelar kali buat sekali gerak, kebayang dah betapa macetnya sore itu. Setelah beberapa jam akhirnya gue sampai rumah dengan sangat lelah dan sedikit emosi, bagaimana tidak, gue yang berangkat cuma butuh kurang dari setengah jam, tapi untuk pulangnya sampe sejam lebih, paraaaaahhh!!!

Sebenarnya macet ini adalah hal yang biasa di jakarta sebagai ibu kota sekaligus pusat perputaran ekonomi di negara ini, tapi apakah hal itu mutlak dan tak bisa diatasi? Faktanya, sampai sekarang, kemacetan masih menjadi wacana yang selalu menjadi agenda tiap ada pemilihan gubernur yang baru. Janji-janji menangani kemacetan adalah visi yang diusung tiap calon gubernur ketika berkampanye, tapi sampai sekarang yang namanya si macet ini masih terus berkeliaran dan menjadi momok yang mengerikan buat para pengguna jalan. Ya, walaupun secara geografis letak rumah gue masuk ke area tangerang, namun rata-rata penduduk tangerang bekerja di jakarta, jadi mau tak mau, keadaan jakarta juga turut dirasakan warga tangerang dan beberapa daerah di sekeliling jakarta. Setelah kemacetan parah yang gue alami sore tadi, dalam benak gue berfikir, kenapa bisa semacet itu yak? dan berapa kerugian yang harus terbuang dari kemacetan itu, bukan cuma waktu, tapi berapa besar kita membuang BBM karena kemacetan itu? Lalu kira-kira solusi apa yang tepat untuk menanggulangi atau paling tidak mengurangi kemacetan yang ada? Beberapa program pemerintah dan usaha keras dari pemda setempat gue yakin mereka telah bekerja keras, tapi mengapa macet itu masih sangat terasa bahkan malah semakin parah? Ataukah system dan programnya tak tepat? atau karena semakin banyaknya orang kaya sehigga mereka dapat menambah kendaraan mereka setiap hari dan memenuhi tiap ruas jalan? Trans Jakarta sudah berjalan, tapi mengapa ruas jalan masih tetap macet? Trans Jakarta yang bertujuan menciptakan transportasi yang aman dan bebas macet ternyata belum bisa terwujud, mengapa? Lalu program apa yang tepat buat mengurangi kemacetan yang ada? beberapa program calon gubernur yang baru gue rasa sangat bagus, namun semua itu belum ada jaminan pasti. Akankah jakarta akan tetap menjadi ibu kota yang macet? ataukah program gubernur yang nanti menjabat dapat mengatasinya?

Pembangunan apartemen yang murah disekitar perkantoran merupakan hal yang bagus, menurut gue itu suatu terobosan yang baru yang telah dicetuskan oleh salah satu calon gubernur ibu kota, namun kalo dipikirkan memang agak sulit dan gak akan efektif buat masa jauh kedepannya. Karena menurut gue, itu bukan solusi yang tepat, masih menurut gue, dengan adanya apartemen yang dibuat justru hanya akan banyak menarik minat para pendatang yang justru akan meningkatkan populasi warga jakarta. Jadi menurut gue, pemda jakarta juga musti memikirkan dari arah mana gelombang volume kendaraan yang bikin macet itu datang. Tangerang, Depok, Tangsel, dan Bekasi, yerp... daerah-daerah sekitar bekasi ikut mempengaruhi keramaian jalanan di jakarta, jadi menurut gue, pemda harus juga membantu bagaimana daerah sekitarnya untuk menata populasi. Dari hal yang gue lihat, kemacetan terjadi pada jam-jam tertentu dimana jam-jam itu adalah ketika para pekerja berangkat dan akan pulang. Ini menjadi fakta bahwa bukan soal populasi penduduk semata hal yang membuat jakarta menjadi macet, tapi karena arus dari daerah sekeliling jakarta yang warganya bekerja di daerah jakarta. Jadi menurut gue, hal yang tepat adalah menghentikan pembangunan dan membantu pembuatan lapangan pekerjaan disekitar luar jakarta. Mengapa? melihat fakta yang tadi gue tulis, bukankah ikut membantu pembangunan dan lapangan pekerjaan disekitaran luar jakarta juga dapat mengurangi kemacetan. Dengan banyaknya lapangan pekerjaan disekitaran luar jakarta, akan sangat berpengaruh, karena dengan begitu warga yang berada diluaran jakarta tak harus melulu mencari kerja di jakarta, mereka akan tetap bisa mendapat pekerjaan diwilahnya sendiri, dengan begitu volume kendaraan menuju ke jakarta akan berkurang. Menurut gue itulah hal yang tepat buat mengurangi kemacetan di jakarta, dengan mengurangi volume kendaraan ke arah jakarta, gue yakin kemacetan di jakarta akan berkurang drastis. Jadi menurut gue, gak masalah kali menghibahkan separuh APBD jakarata untuk membantu pembangunan didaerah sekitaran jakarta, toh dengan begitu jakarta juga akan terkurangi kemacetannya. Lagi pula pembangunan negara secara keseluruhan kan lebih penting. Apakah setelah ada kartu kesehatan dan kartu kurang mampu musti diadakan lagi kartu bebas macet agar kita bisa bebas dari macet? kan gak mungkin banget tuh, ya apapun itu gue yakin semua warga jakarta ingin bebas dari kemacetan tanpa "kartu bebas macet" tentunya.

Okelah, memang hal itu gak ada jaminan pastinya, namun gue yakin dengan kalo pekerja dari luaran sekitar jakarta yang banyak menyumbang volume kendaraan ke jakarta, dan gue pikir hal ini musti dicoba, toh gak ada ruginya buat bangsa ini. Bukankah negeri ini bukan cuma jakarta doang, jadi bila jakarta ikut membantu pembangunan disekitaran jakarta juga gak ada masalah seharusnya. Udahlah gitu aja, yang tadi itu cuma saran menurut gue lho, jadi belum teruji juga keberhasilannya, ya lebih lanjut kita serahkan kemacetan ini kepada bapak gubernur aja dah, hehehehehe.... gubrak!!!

sumber gambar: http://adylukadiyo.files.wordpress.com/2011/12/macet.jpg

the kupluk, pesona tukang villa merambah artis

5 Agu 2012

Salam bulu domba... haah, beberapa hari ini gue kesel banget sob, kesel gue, masa cuma karena gue beli kupluk dan memakainya, lantas gue dibilang tukang villa. Sialan banget gak tuh orang yang bilang gue kaya tukang villa. Orang-orang seperti mereka yang bilang kupluk identik dengan tukang villa itu sebenernya harus dimusnahkan, kenapa? karena mereka tidak bisa membedakan mana tukang villa sesungguhnya dan tukang villa dadakan. (lha berarti gue masuk ke kategori yang dadakan dong :'0). Tapi biar dadakan, kan gue bukan tukang villa yang sebenarnya, gue hanya mau ngerasa tampan aja kalo pake kupluk, walau pun emang gak tampan. Terlebih lagi, menurut gue pemakaian kupluk secara berkala itu baik buat kesehatan kutu dan ketombe, karena dia akan merasa adem di kepala kita. Kenapa gue bilang baik? karena suatu ketika adek gue pernah kena penyakit kuning, dan katanya bisa sembuh dengan memakan kutu rambut. Dan apa yang terjadi? gue kesulitan sob buat nyari kutu rambut, udah jarang banget tuh kutu, sampe terpaksa gue musti inden 3 hari sama tetangga gue buat dapetin kutu yang entah dari mana tetangga gue itu mendapatkannya. Nah, dari kisah diatas, maka gue anjurkan sobat-sobat buat memakai kupluk dan mulai berternak kutu.

Kembali ke kupluk, selain memanjakan kutu yang gue sebut diatas, kupluk adalah menutup yang dapat meredakan penyakit besar kepala, gak percaya? berikut contohnya.


Nah seperti itulah gue kalo gak pake kupluk, sangat besar kepala dan terlihat garang x(. Berhubung gue mempunyai hati yang agak-agak pink, kalo orang-orang bilang, maka gue harus bisa merubah kegarangan gue. Lu bayangin aja sob kalo lu punya kepala sebesar itu? mana cukup helm masuk ke batok kepala lu? jangan kan masuk, mungkin si helmnya juga jijik kali kalo liat kepala model kaya gitu. Nah oleh sebab itu gue pake kupluk, dan setelah gue pake kupluk, besar kepala gue berkurang drastis dan tingkat ketampanan gue bertambah sekitar 100,50%. Gak percaya? liat photo dibawah ini, itu setelah gue menggunakan kupluk ;b.


Nah kaan... apa kata gue, berubah kan setelah gue pake kupluk. (whahahahahaha, semoga pemirsa gak pada ngeh kalo gue lagi ngebohong ;b).

Lagi sob, sebenernya kupluk itu sesungguhnya menghindari kepala kita dari masalah malu karena rambut rontok, gak percaya? buktikan sendiri. Bila rambut anda mulai rontok dan bentuk rambut anda sudah seperti Lombardo, silahkan pakai kupluk, dijamin kepala botak anda akan terhindar dari pantauan orang-orang. Buat yang belum kenal si Lombardo, neh gue kasih gambarnya..


Tuh lu liat aja sob, gue yakin si Lombardo itu kepanasan karena kepala plontosnya tersiram sinar matahari. Tapi apa yang terjadi setelah dia memakai kupluk? berikut adalah gambarnya...

Wuuiih, setelah si Lombardo memakai kupluk, sepintas dia mirip dengan David Beckham. Makanya, buat sobat-sobat, ayo buruan pakai kupluk sekarang juga. Ini adalah rekasa bukan fakta, jadi tunggu apa lagi. Beli kupluk sekarang dan bergayalah ala Beckham walau wajah anda tidak mirip sama sekali.

Nah, gimana? tertarik menggunakan kupluk? atau masih minder pake kupluk karena takut dibilang kaya tukang villa? Gak perlu takut sob, berikut ini gue lampirkan artis-artis keren yang gak malu dibilang kaya tukang villa. Pada dasarnya, artis yang pake kupluk dan kita yang bukan artis tapi pake kupluk adalah sama aja, hanya yang membedakan, kalo artis itu ganteng, dan kalo kita jelek. Tapi gak usah minder, bravo kupluk.
Brian Molko, Placebo
yang abis diselingkuhin sama steward ;b
Brad Pitt Ngatimin :)
Gimana? masih nganggap kupluk itu hanya tukang villa saja? makanya melek!!!  kebanyakan gaul di puncak bogor, makanya sekali-kali maen ke luar negeri kaya orang-orang, jangan kaya gue, yang gak bisa ke luar negeri :'(.



nenek ngesot dan suster gayung

31 Jul 2012

Masih ingatkah anda dengan kasus "suster ngesot di gajul sepatu satpam?", semoga anda tidak ingat yaa, karena sangat buang-buang waktu bila anda berusaha untuk mengingat-ingat. Sebenernya kalo dipikir-pikir, apa seremnya sih suster ngesot itu? bukankah dimana-mana yang namanya suster itu cantik-cantik, baik-baik, dan sangat enerjik bila ada pasien yang masuk ke UGD. Suster itu yang merawat orang sakit, lalu kenapa si suster ngesot ini malah di identikan dengan horor? ada apa dibalik batu? ada udang tentunya. Lagi pula jaman globalisasi kaya gini masih aja orang usil bikin-bikin karakter yang macam begitu, mungkin karena orang-orang sudah sangat kreatif sampai-sampai suster yang manis disuruh ngesot, dan suster yang biasanya merawat orang disuruh menakutin orang. Coba kita pikir... pikir... dan pikir... kurang kerjaan sekali orang yang menciptakan karakter suster ngesot ini, terlebih orang yang masih mencoba berpikir seperti gue ini. Suster ngesot sebernya gak cocok kalo dijadikan sebagai icon horor, kenapa? lha wong itu suster mukanya aja ketutupan sama rambut, lalu yang bikin serem apanya? Ngesotnya? Rambutnya? atau karena dia suster??

Lagi pula, kalo ketemu sama suster ngesot kita gak perlu takut, logikanya... kita bisa lari dengan mudah. Masa iya lari sama ngesot yang lari bisa kekejar, kan gak mungkin. Lalu ada yang bilang, "dia kan setan, jadi bisa terbang". Nah kalo menurut gue, itu pernyataan yang sangat-sangat bodoh, kenapa? Kalo itu suster emang bisa terbang, terus ngapain dia ngesot-ngesot? please deh, profesional dikit dong jadi setan, lu kan bisa melayang, kenapa juga lu musti ngesot? Nah, ini sebenernya si susternya yang bego atau si pengarang karakternya sih yang koplak? atau jangan-jangan gue nya lagi yang gak tau perkembangan jaman sampe-sampe gak ngarti kalo di dunia setan juga ada akademi pelawak hantu. Yaiyalah, lu bayangin aja, giman gak lucu itu hantu ngesot-ngesot, jangankan menakuti, berjalan aja dia sulit. Tips buat yang besok-besok ketemu sama si suster ngesot ini, jangan ditendang apalagi dengan tendangan tajong kapten tsubasa, bisa bahaya. Lebih baik tebar paku payung aja di depan suster ngesot, gue jamin tuh suster gak berani ngejar lu.

Lalu ada lagi yang namanya nenek gayung, gue sendiri gak tau neh rupanya kaya apa si nenek gayung ini. Entah mukanya kaya gayung atau nenek ini penjual gayung. Tapi ini lucu, masa iya sosok yang dianggap horor (bagi mereka yang menganggap, gue sih gak) bawa-bawa gayung, emang itu nenek-nenek mau ngapain? Katanya sih nenek gayung itu nenek yang biasa mandiin mayat, iya mandiin mayat, terus ngapain bawa-bawa gayung nek? Aduh si nenek kurang kerjaan banget bawa-bawa gayung, nenek mau mandiin mayat atau mau nyiramin kembang? Entah apa lagi dah image yang ada pada nenek gayung ini, gue sendiri juga gak paham dan berusaha untuk gak paham dah sama hal-hal yang kaya gini. Gue cuma mau bilang sama si nenek gayung ini, semoga nenek cepet sadar dan pulang kerumahnya, soalnya si kakek mau mandi gak ada gayung tuh.

Ya cukup sekian lah dari gue, buat temen-temen pecinta horor, selamat menikmati dah kehororan yang gak horor dari suster ngesot dan nenek gayung. Gue sendiri juga pecinta film horor, tapi ya gak gitu-gitu juga kali. Akhir kata, gue mau ngucapin semoga tetep eksis buat mbak suster, salut buat mbak suster yang punya keterbatasan fisik tapi bisa menakut-nakuti orang. Satu lagi buat mbak suster ngesot, ngemeng-ngemeng mbak suster ngambil akademi keperawatannya dimana yak? pengen tau gue. Nah buat nenek gayung, semoga  nenek besok-besok ganti bawa kaleng aja, jadi kalo sekiranya ada keramaian bisa berguna tuh kaleng, kasian si kakek mau mandi gayungnya dibawa-bawa. semoga kedepannya kalian berdua tetep akur dan bisa bertukar profesi, si nenek ngesot dan si suster yang bawa gayung, mungkin seru tuh. Udahlah sekian dan terima kasih.


stone is batu

30 Jul 2012


Batu... identik dengan orang yang keras kepala yang diibaratkan sebagai kepala batu. Lalu kenapa gue menulis tentang batu? pertama gue berpikir, apa yang ada di dunia ini selalu ada dua sisi yang berbeda, baik dan buruk. Nah kali ini gue coba mengungkap batu dalam sisi terbaik mereka, jadi kalo anda sering dijuluki sebagai orang yang keras seperti batu, jangan pernah bersedih. Karena sebuah batu pun ternyata mempunyai manfaat dan sisi baik mereka sendiri. Cerita di bawah ini gue kutip dari guru ngaji gue waktu dulu, gue udah agak-agak lupa sih, tapi gue akan ceritakan secara garis besarnya aja.

Dikisahkan, dahulu kala hiduplah seorang santri disebuah pesantren. Santri ini terkenal sangat dungu dan tidak bisa mengikuti pelajaran yang telah disampaikan oleh gurunya. Hingga suatu saat di merasa telah jenuh dan memutuskan untuk kabur dari pesantren tempat dia menimba ilmu. Dengan membawa beberapa perbekalan makanan, dia pergi meninggalkan pesantren itu. Setelah sangat jauh melangkah, dia merasa sangat lelah dan dia berteduh disebuah goa di tengah hutan yang sangat gelap. Karena malam itu sangat dingin, dia memutuskan untuk membuat sebuah api unggun, namun masalah kembali datang, dia tak mempunyai korek untuk mebakar daun dan batang kering yang telah ia kumpulkan. Lalu ia memutuskan untuk mencoba membuat api dengan menggesekkan sisi batu ke sisi batu yang lainnya, dan cara ini berhasil. Malam hari itu ia lalui dengan kehangatan api unggun yang telah ia buat.

Pagi mulai menampakan dirinya, santri itu terbangun dan mulai melanjutkan perjalannanya yang ia sendiri tak tau kemana arahnya. Setelah beberapa lama ia melangkah, tiba-tiba ada seekor serigala besar menghadang jalan si santri ini, dengan sangat takut si santri menghentikan langkahnya. Dan seketika itu pula serigala yang kelaparan itu menyerang si santri itu, namun dengan reflek si santri menghindari terkaman serigala itu dan sambil berguling ditanah dia mengambil sebuah batu lalu melemparkan ke arah serigala itu. Batu itu tepat mengenai mata si serigala, yang akibatnya si serigala mengerang kesakitan dan lari menjauhi si santri itu. Lalu si santri kembali melanjutkan perjalanannya. Namun tak lama cuaca mendung datang diiringi gerimis, sebelum hujan lebat, si santri memutuskan untuk berteduh disebuah goa yang lain.

Dalam perteduhannya, dia berpikir keras dengan apa yang telah dia lakukan ini, pergi meninggalkan pesantren dan melangkah tanpa arah. Dia menyalahkan kebodohannya yang tak bisa mengikuti pelajaran, dan dia bersedih karena kedunguannya. Dalam kesepiannya dia memandang tetes air yang merembes dari celah-celah batu goa yang ia jadikan tempat berteduh. Dia memperhatikan terus tetesan itu hingga menarik perhatiannya ketika sebuah batu besar yang berlubang akibat seringnya ditetesi air. Seketika senyumnya mulai terlihat pada wajah si santri itu, dia bergumam, batu yang keras ini dapat terkikis hanya dengan tetesan air. Dari peristiwa ini dia mendapat sebuah pelajaran berharga, seberapa kerasnya seseorang bila terus menerus ditetesi dengan sesuatu hal, niscaya hal itu akan terserap dan dapat melebur kedalamnya. Seperti sebuah kebodohan, bila kita terus ditetesi dengan ilmu pengetahuan, aku yakin aku akan dapat mengerti ilmu itu. Selama ini santri itu hanya berdo'a agar menjadi pintar dan mengerti pelajaran yang disampaikan oleh gurunya, namun dibalik itu ternyata kita harus mengikis kebuntuan otak kita dengan tetesan ilmu, dengan kata lain usaha dan berusaha untuk terus belajar.

Tanpa pikir panjang, si santri memutar alah langkah dan kembali ke pesantrennya, dan dia berjanji akan belajar dengan sungguh-sungguh dan menetesi otaknya dengan ilmu terus menerus agar dia dapat mengerti apa yang dipelajarinya. Alkisah ini ditutup dengan keberhasilan si santri menjadi juaran di sekolahnya pada masa-masa mendatang.

Ya, begitulah kurang lebih kisah diatas disampaikan oleh guru ngaji gue waktu itu, lalu apa yang yang bisa kita ambil dari pelajaran diatas selain si santri dan pentingnya sebuah usaha. Batu... ya batu itulah yang mau gue bahas, diawal cerita tadi, si santri menggunakan batu sebagai media untuk membuat api. Walau nampak kuno, tapi dalam situasi tertentu pembuatan api dengan batu memang menjadi alternatif, terlebih adalah manfaat dari hasilnya tadi yaitu, apinya. Orang yang keras kepala itu memang menjengkelkan, tapi menurut gue dan dengan apa yang gue perhatikan dari beberapa temen gue yang kepala batu alias keras kepala, biasanya mereka punya ide-ide unik dan punya cara-cara yang unik untuk menyelesaikan suatu masalah. Hal ini hampir sama dengan metode membuat api dari menggesekan batu, dalam hal-hal tertentu orang yang keras kepala terkadang punya ide-ide yang kolot namun cukup berguna :b.

Lanjut lagi, ketika si santri dihadang serigala, batu lah yang menyelamatkan dia dari terkaman serigala itu. Ini bukti bahwa batu itu bisa jadi sebagai alat untuk mengusir musuh atau sebagai senjata. Namun kembali lagi kepada dua sisi dunia yang gue sebutkan tadi diatas, ada baik dan buruk, nah tergantung bagaimana kita menjadikan batu ini sebagai apa. Selain itu batu juga banyak digunakan dalam membuat pondasi karena batu itu sangat kuat. Dan yang terakhir, batu itu meski keras tapi dia patuh terhadap situasi, contohnya bila cuaca panas dia akan jadi panas, dan bila cuaca dingin si batu akan terasa dingin. Bukan sebagai air diatas daun talas lho, batu meski selalu mengikuti cuaca namun dia tak mudah bergeser, itulah yang membedakan batu dengan air yang selalu mengikuti kemana arah yang rendah. Orang yang keras kepala akan cenderung memikirkan apa yang ia dapat dan dia serap sebelum menelannya. Dan yang terpenting adalah masalah prinsip, seperti batu yang tak mudah bergeser, orang-orang keras kepala juga tak akan mudah berubah pikirannya. Seperti air yang menetesi batu, batu tak lantas melebur, tapi dia butuh waktu lama untuk melebur. Hingga pada saat dia paham kalo meleburnya dialah yang menciptakan tanah yang menjadi pijakan manusia, serta membantu pepohonan untuk menumbuhkan akarnya, maka meleburlah dia, hehehehe.

Ya, walaupun emang agak-agak nyeleneh neh tulisan gue, tapi jauh lebih dalam, makna sesungguhnya itu yang tulisan gue "didunia ini terdapat dua sisi, baik dan buruk" nah, kalimat itulah yang musti kita pahami (ngeless mas bang ;b). Jadi mau jadi apa atau sifat apa yang ada dalam diri lu, intinya adalah dalam sisi yang mana kita menggunakannya, bila dalam sisi yang baik maka akan jadi baik, bila dari sisi buruk maka akan jadi buruk (hahahaha, basi banget neh, yang kaya gini juga semua orang tau kali miinn ;b). Hahahaha, yasudah, gue sudahi dulu tulisan ini, dan sekali lagi, merasa yang punya otak seperti batu gak usah minder. Terus berusaha dan berusah, dan berusaha, lalu berdoa. Buat yang mempunyai kepala seperti batu atau keras kepala, juga gak usah takut, ya paling tidak kalian punya pemikiran sendiri yang kalian anggap benar dan yang terpenting adalah mempertahankan ide-idenya. Hahahahaha... hidup batu aja dan..



hati nurani


Dia telah pergi...
Melangkah menjauh dan sulit untuk kembali.
Menuju jurang yang curam dan menceburkan diri mungkin.
Tak ada lagi ruang yang nyaman untuk dia singgahi.
Dan tak ada lagi ketulusan yang dia dambakan.


Kemanakah hati nurani pergi...
Kebusukan kalian telah membuatnya kecewa.
Mungkin dia muak melihat kalian.
Kebusukan, dan kekorupan kalian telah membuatnya pergi.


Kalian begitu nampak seperti bajingan.
Mengusirnya demi isi perut yang membusuk.
Dan kalian akan mati pada saatnya.
Ketika kalian tak pernah disumpah untuk selamat.
Kalian akan menangis dengan darah yang keluar dari mata kalian.

Kalian yang telah mengusir hati nurani adalah pecundang, sekumpulan bajingan yang tak kenal lelah mengisi perut kalian yang telah gendut. Menjilati tiap keringat rakyat lalu membunuh dengan cara perlahan. Kalian adalah bangsat-bangsat berdasi yang selalu melumuri wajah kalian dengan kotoran dan memudarkan garis kemanusiaan dari wajah kalian. Tidakkah cukup kalian makan dengan sekantong daging segar? Tidakkah kalian merasa puas dengan sebotol susu yang kalian minum? Tapi mengapa kalian masih mengambil puntungan rokok kami? Sebagai seorang penjahat kalian adalah yang paling bangsat dari penjahat manapun. Membunuh kami secara perlahan, memperkosa hak kami dan menelanjangi kami dengan aturan-aturan kalian yang memuakkan.
Habis sudah harapan kami akan datangnya seorang diantara kalian yang masih mau menerima hati nurani yang benar-benar suci. Habis sudah rasa sabar kami untuk menahan lapar lebih lama lagi. Seorang koruptor seperti kalian seharusnya mati dan tertimbun bersama timbunan sampah-sampah yang membusuk. Kebusukan kalian adalah hal yang paling memalukan yang pernah kami lihat. Negeri ini bukan milik kalian, bangsat! Kami malu dengan bajingan seperti kalian yang hobi menyurati setiap kebusukan dengan kata-kata manis.
Kembalilah hati nurani, jangan jadikan kami yang jelata seperti pecundang-pecundang korup itu. Kami ingin keadilan dan kami ingin jadi seorang yang jujur meski kami harus berlapar-lapar sampai saatnya tiba kami akan merajam para bajingan korup itu.

menolak rasis

18 Jul 2012


Udah bukan jamannya lagi sih buat rasis-rasisan, dan bukan modelnya lagi manusia rasis itu hidup dijaman globalisasi sekarang ini. Gue bingung sama orang yang masih rasis, kalo menurut gue, orang rasis itu orang yang gak pernah tau teknologi. Kenapa? sebab orang yang tau teknologi jelas udah melupakan rasis dan beralih ke hal-hal lain yang menurut gue emang sejaman dengan jaman globalisasi macam sekarang ini. Lagi pula sekarang kita hidup dalam lingkup yang sama, dan itu gak bisa ditolak. Perkembangan dunia telah membawa kita pada kehidupan yang lebih luas dan mau tak mau kita akan hidup berdampingan dan saling tolong-menolong. Jadi dengan kata lain, sulit untuk kita hidup dalam pengotakan kelompok-kelompok dan menutup diri pada pada eksistensi kelompok lain. Ya sebenernya sih simpel aja dan gak usah dibawa serius, untuk masalah rasis ini, khususnya di indonesia memang parah. Coba aja lu perhatikan, gak usah jauh-jauh, kadang-kadang diantara kita kalo yang punya temen, misalkan dari ambon, pasti dipanggilnya ambon atau kalo orang yang keliatan sipit lalu dipanggil cina. Atau temen kita yang punya kulit rada-rada item lalu dipanggilnya black, dan tak jarang orang itu sendiri yang menganjurkan temannya untuk memanggilnya dengan sebutan black itu tadi. Hal ini sangat biasa di negeri ini, tapi kalo gue pikir lagi, ini sangat berbahaya karena lambat laun akan menimbulkan efek xenophobia dan terjadinya diskriminatif terhadap suatu kelompok tertentu. Imbasnya adalah terputusnya jalinan komunikasi antar umat dan ras. Nah kalo udah terputus, masing-masing akan hanya memikirkan kelompoknya saja dan ini akan menimbulkan perpecahan yang sangat berbahaya.

Contoh yang sangat kentara di negeri ini adalah menyoal keberadaan keturunan tionghua. Bukan rahasia lagi kalo dari dulu orang-orang tionghua itu sangat dipinggirkan dan banyak isu-isu yang menyebutkan bahwa mereka itu pelit, individualisme dan lain-lain. Meskipun pada faktanya mereka juga warga negara Indonesia, tapi mengapa perlakuan berbeda sering mereka alami? Tindakan-tindakan diskriminatif terhadap mereka sangat jelas, dan itu sangat disayangkan. Padahal kalo mau merunut ke sejarah masa lampau, tak sedikit orang-orang keturunan tionghua ini ikut berjuang membantu orang pribumi melawan penjajah. Kalo gak percaya search aja di google, gue males nulisnya disini. Lagi pula mau dia keturunan mana, dan dari ras apa, yang penting mereka baik dan bisa berbaur dengan sewajarnya. Nah disini gue mau coba isu-isu rasis yang biasa terjadi di negeri ini.

Orang keturunan tionghua itu pelit
Emang sih ya, orang pelit itu nyebelin, tapi coba tengok-tengok deh. Padahal kalo lu perhatikan, banyak juga kok temen kita yang bukan dari keturunan tionghua justru banget-banget pelitnya. Dan dari yang udah gue alami, kebetulan kerjaan gue emang banyak orang keturunan tionghua, dan mereka bervariasi, dalam artian, yang pelit ya emang pelit dan yang baik ya emang baik. Jadi menurut gue, keidentikan orang keturunan tionghua itu pelit jelas gak berdasar banget dan gak bisa dijadikan simbol kepada mereka. Toh faktanya seperti yang gue sebutkan tadi, orang pribumi juga banyak kok yang pelit. jadi sekarang stop lah buat ngejudge kalo orang-orang keturunan tionghua itu pelit.

Orang ambon serem-serem
Nah ini neh yang lucu, orang ambon juga manusia kali, punya rasa punya hati. Entah apa yang yang membentuk imej bahwa orang ambon khususnya dan orang timur pada umunnya itu serem-serem. Ya emang juga sih, bisa dibilang banyak kok orang-orang ambon yang bekerja dibagain penagihan hutang seperti dep kolektor, karena memang mereka dianggap bisa menakuti orang yang ditagihnya. Tapi kalo boleh gue sarankan, coba sekali lagi lu tengo-tengok dah, berapa banyak perkelahian atau teriakan kemarahan justru keluar bukan dari orang-orang ambon ini. Hal yang paling gampang adalah bentrok dua kelompok masyarakat yang akhir-akhir ini terjadi Jakarta dan sekitarnya, dan mereka bukanlah orang ambon. Jadi menurut gue salah banget kalo mengidentikan orang ambon dengan hal yang seram, (maaf) kasar dan galak. Lah, liat aja tampangnya orang ambon kan serem-serem, nah kalo lu menemukan ocehan macam ini, bisa dibilang yang ngomong gak punya TV. Gue yakin orang yang berfikiran kaya gitu gak tau betapa manisnya Glen Friedly, hahahahaha. Jadi stop menjudge orang ambon itu serem-serem, karena gue juga punya temen orang ambon dan dia biasa aja, baik dan suka melawak kok.

Orang batak keras-keras
Dan ini juga gak bener, gaya bicara bolehlah, tapi itu juga gak semua kok. Gue punya seorang temen keturunan batak, dan dia sama sekali gak keras, malah kalo boleh dibilang gaya bicaranya macam orang jawa yang katanya alus. Lalu dari mana orang-orang punya persepsi kalo orang batak itu keras-keras? Semua itu cuma imej satu orang aja sehingga mendeskripsikan orang-orang diantaranya. Padahal banyak juga orang jawa, sunda dan dari daerah lain yang keras kok. Jadi mulai dari sekarang kita stop lah buat mengidentikan suatu suku dengan hal-hal yang menyinggung.

Contoh diatas gue rasa cukup buat kita untuk tidak lagi berbuat rasis, dan meletakkan setiap individu pada keadaan yang sama, karena pada dasarnya, kekasaran, kepelitan, dan kesereman itu variatif. Dan dari tiap suku itu memiliki variasi ini semua, jadi semua itu tergantung orangnya aja, gak peduli dia dari suku atau asal mereka. Sebenernya masalah rasis itu bukan cuma masalah suku dan kedaerah yang gue sebutkan diatas tadi, ada banyak hal yang emang masih terasa sekali rasisnya di negeri ini. Contoh paling gampang adalah kata-kata yang menyindir atau merendahkan suatu kelompok. Misalnya kata "kampungan", ini jelas menghina keberadaan orang-orang kampung yang dianggap gak sesuai dengan standart kehidupan perkotaan. Dan banyak juga kata-kata sindiran yang mengarah rasis yang sering terdengar dalam kehidupan sehari-hari. Nah buat temen-temen, mikir lagi deh kalo mau ngejudge orang atau mengidentikan suatu kelompok dengan hal-hal yang menyindir, selain gak ada untungnya, toh percayalah, suatu saat kita akan membutuhkan mereka. Jadi mulai dari sekarang, bulatkan tekad dan teriakan "say no racism".



partai percayalah padaku

15 Jul 2012


Hari ini gue sedikit bosen liat acara tv, dari tadi gue ubek-ubek isinya cuma berita politik aja. Gue yakin bukan karena lagi kebisan stok film, tapi kaya nya emang politik udah menjadi tontonan yang menarik paska orde baru jatuh. Dimana sekarang keterbukaan soal informasi bener-bener terbuka, gamblang dan bisa dibilang dunia informasi kini sudah fulgar. Dan pemberitaan masalah politik ini memang tak semua orang minat, tapi dengan kemasan yang menarik dengan isu-isu politik yang jatuh bangun memaksa kita untuk selalu penasaran. Well, beberapa hari lalu baru saja DKI Jakarta menyelesaikan putaran pertama pemilukada-nya, dengan meneruskan Jokowi dan Foke sebagai kandidat pada putaran ke dua. Aroma sikut sikutan sudah terasa dengan ditemukannya beberapa poster yang menyerang salah satu dari kandidat tadi.

Wew, kok gue jadi nulis soal politik gini yak? :) gak apalah, sesekali (gue udah mulai terpengaruh oleh siaran politik di tv neh). Tapi tunggu dulu, gue bukan mau nulis tentang hal yang serius, disini gue mau coba ngeluarin unek-unek gue tentang politik, partai politik lebih tepatnya. Kenapa? sebenernya gue agak muak, bingung dan sedikit males denger sama yang namanya partai politik, tapi ya itu tadi, disini gue mau ngunekin partai politik yang gue anggap belum ada yang bener-bener nampung aspirasi rakyat dengan yang sebenar-benarnya. Parpol, begitu singkatannya, yang dianggap sebagai kendaraan politik. Parpol ini ibarat bus kota yang akan mengantarkan kita ketujuan, dengan kata lain siapa yang ingin berkancah di dunia politik parpol adalah kendaraan yang bagus dan efektif. Kalo menurut gue, parpol itu semacam sampan yang akan membawa kita ke daratan yang katanya indah, dan bisa juga membawa kita merengkuh kekuasaan. Parpol tumbuh menjamur layaknya angkutan di kota bogor yang bejubel, sampe-sampe gue sendiri bingung kalo ke bogor, saking banyaknya angkutan jadi ribet plus bikin macet. Tapi kalo gue pikir ulang, maka akan timbul sebuah pertanyaan, apa sih yang jadi cita-cita parpol? memperjuangkan rakyat atau menyuburkan kadernya? Hanya mereka yang tau ;p

Sebenernya ilmu gue sih gak nyampe dah kalo ngomongin soal politik, tapi gue paksain aja nulis disini, tentunya dengan cara pandang orang awam macam gue, nah gue punya beberapa anggapan tentang parpol ini, berikut anggapan gue yang mungkin juga mewakili mereka-mereka yang awam tentang partai politik seperti gue, meski awam, tapi paling gak ya gue juga melihat fakta.

Parpol itu narsis
Kenapa gue bilang narsis? lu bayangin aja, si parpol ini selalu ada ditiap sudut kota, apa lagi kalo lagi musim-musimnya pemilu dah, bener-bener ngalahin ABG narsis. Parpol ramai-ramai pasang logo mereka dengan slogan terkeren mereka, dengan wajah-wajah pembinanya yang berseri-seri sambil mengepalkan satu tangan. Lalu dibawahnya ada embel-embel tulisan yang umum banget dan, "Pilihanku" atau "Coblos aku" atau yang paling narsis adalah tulisan, "pilih nomor sekian, jujur dan berwibawa". Najis banget dah gue liat-liat yang kaya begituaan, emangnya gue percaya gitu kalo lu jujur? Jujurnya lu paling jujur kalo lu emang gak jujur. Atau lu ngerasa berwibawa banget gitu? paling-paling cuma bisa ngomong "saya prihatin", atau wibawa tapi yang gak mau repot. Kibar bendera dimana-mana, baju-baju berubah gambar, yang tadinya gambar musisi favorit berubah jadi logo-logo dengan slogan dan nomer-nomer yang dibikin besar-besar. Ya, pokoknya narsis banget lah neh parpol kalo menurut gue.

Parpol itu pedagang
Emangnya pedagang pasar aja yang bisa obral? jangan salah, parpol juga bisa obral. Dan barang obralannya yang paling laris dan jadi primadona apa lagi kalo bukan "obral janji". Lebih parah dari pedagang pasar, pedagang pasar biasa obral sampe 80%, nah parpol obralnya bisa sampe 100%, malah mungkin bisa 110% kali, dengan kata lain, dia obral lalu kita juga sebagai yang diobralin dikasih duit juga. Dan yang lebih super lagi, parpol ini juga mengobralin pedagan pasar juga, hahahahaha... ini masukan buat para pedagang baru, kalo mau usaha anda lancar, ambil kursus Manajemen Obral di sebuah parpol aja. Dijamin anda akan jadi sales yang handal.

Parpol itu penggombal
Ini yang salah satu skill yang kudu dipunya oleh parpol, ya bisa dibilang, tanpa gombal, parpol itu ibarat masak tapi gak pake bumbu, kurang sedep bahkan kurang peminat. Dimana ada kesempatan, disitu pasti ada gombalan, bapak kamu pedagang yak? / kok tau? / yaiyalah karena parpol bapak mu yang pembinanya sering ke pasar-pasar kan. Dispanduk ada gombalan, di poster ada gombalan, bahkan ditidurnya gue yakin si pembina parpol ini juga masih suka menggombal kali yak. Disetiap kampanye selalu saja, ayoo pilih kami, Partai Percayalah Padaku!! dijamin hidup murah, berobat gratis dan bla...bla..blakeko..

Parpol itu perusahaan
Hahahaha, ini neh yang bikin gue muak. Coba aja bayangin, parpol yang mustinya jadi anutan politik rakyat kecil tapi malah jadi perusahaan dibidang tata korupsi yang paling handal. Banyak lah kasusnya para kader-kader yang bejad bin kesetan mengkorupsi dana sampe triliunan.

Parpol itu pelupa
Diawal banyak obral janji, tapi kesini nya seolah kaya orang linglung dan lupa akan janjinya. Masa awal-awal menebar janji dengan semangat dan merasa mampu mewujudkan janjinya, tapi setelah berhasil, ternyata parpol banyak yang terjangkit amnesia akut. Obatnya itu, kepalanya musti dipukul pake palok yang super tebel biar agak goyang otaknya sehingga bisa cepet mati tuh parpolnya. Amiiiinnn.....

Parpol itu ....???
Apa lagi yak?? udah deh segitu aja dulu, gak usah banyak-banyak, makin puyeng gue kalo ngomongin politik. Lagi pula blog gue juga sepi pengunjung, jadi percuma kalo gue nulis banyak-banyak juga gak ada yang baca, hahahahaha. Dan kalo ada yang kebetulan kesasar kesini dan gak setuju sama tulisan gue, silahkan lapor kepada diri anda masing-masing yak :p dan kalo masih ada yang kurang ya ditambahin aja sendiri, maaf gue bukan penulis atau penyair, jadi maklumi aja kalo gaya tulisan gue mirip ceker ayam yang gak pake sepatu. Udah gitu aja (kata ini gue kutip dari beberapa twit temen gue, yang kalo abis ngetwit selalu kasih hastag #udah gitu aja).

damailah sepakbola indonesia

7 Jun 2012



Beberapa hari yang lalu gue gak sengaja membaca berita disebuat surat kabar elektronik. Berita itu memuat tentang pelemparan benda-benda kesebuah mobil artis negeri ini. Dan ternyata masalah atau dugaan nya adalah, karena si artis mengendarai mobilnya yang ber-pelat B (jakarta) menyusuri kota Bandung, dan disinyalir, pelaku pelemparan adalah oknum fans dari klub Persib Bandung atau biasa disapa viking. Ulah oknum ini disebabkan (mungkin) karena tragedi sebelumnya di SGBK yang memakan korban seorang viking ketika pertandingan Persija vs Persib. Bukan rahasia lagi memang, perselisihan antara kedua sporter The Jakmania dan Viking memang sangat panas. Namun apakah pantas bila inisial plat pada kendaraan juga musti mereka jadikan pelampiasan dari perselisihan? Bila dalam hal ini memang benar, maka yang jadi pertanyaan adalah, apakah perselisihan ini memang sudah meluas, bukan hanya The Jakmania dan Viking? Karena, penumpang mobil yang dilempari oleh oknum Viking tersebut adalah seorang warga Bandung asli yang kebetulan saja plat mobilnya B (jakarta). Apakah sudah separah itu emosi dan dendam kedua sporter itu terbentuk. Dari pemikiran gue, apa yang dilakukan oknum dari viking itu telah membuat perselisihan ini semakin meluas, bukan hanya dalam lingkup permusuhan antar suportter, tapi telah meluas menjadi permusuhan antara Jakarta vs Bandung. Ini sangat mengerikan, saat dua blok mulai saling menghujat dengan mengatas namakan kota mereka. Faktanya, tidak semua warga Jakarta mengerti sepak bola, begitu juga sebaliknya. Lalu adakah upaya-upaya yang dilakukan pihak terkait untuk menyelesaikan masalah ini??

Ini pertama kali gue coba menulis tentang sepak bola dalam negeri, ehmmm tentang supporter tepatnya. Gue sebenernya gak terlalu paham dengan sepak bola dalam negeri sih, tapi beberapa kejadian telah membuat gue sedikit mengerti tentang atmosfir perselisihan antar supporter sepak bola negeri ini. Dan dari banyaknya perselisihan ini, memang yang paling kentara adalah perselisihan antara Persib dengan viking sebagai supporter dan Persija bersama the jakmania selaku supporter tim ibu kota itu. Entah bagaimana awal terciptanya perselisihan kedua kubu ini, banyak versi yang menceritakan awal mulanya pertikaian ini. Pembelaan dan sangkalan dari masing-masing kubu juga banyak sekali. Disini gue gak mau bahas terlalu jauh tentang panasnya permusuhan kedua kubu ini, gue justru ada di pihak yang menyayangkan adanya perselisihan dan dendam yang terjadi. Gue menulis ini sebagai seorang penggemar olah raga sepak bola yang cinta damai, hehehe :). Lalu, siapakah pihak yang disalahkan dari kemelut ini? adakah upaya perdamaian? bagaimana penanggulangannya? atau yang lebih ekstrim adalah pernyataan, "bubarkan saja!". Asli, basi banget gue denger pertanyaan dan pernyataan diatas. Cukup, bertanya siapa yang salah, karena gak mungkin ada yang mau disalahkan, stop tanya soal perdamaian, sebab udah banyak upaya perdamaian di lakukan, lalu penanggulangannya? faktanya aparat aja udah gak sanggup mencegahnya, kalo gitu bubarkan aja, ini gila, okelah viking atau the jak dibubarkan, tp siapa yang bisa menjamin gak akan muncul nama-nama lain sebagai jargon pengganti yang sebelumnya.

Lalu apakah harus dibiarkan dan meluas sehingga yang sebelumnya hanya perselisihan lintas supporter menjadi perselisihan masyarakat secara keseluruhan? Koreksi diri masing-masing gue pikir lebih ampuh, mencoba belajar dari kemapanan supporter-supporter luar negeri. Nah, buat renungan kita semua, berikut gue ulas sedikit tentang partai panas dalam sepak bola dengan fans-fans nya yang telah menjadi "manusia dewasa".

# Liverpool vs Everton

Liverpool yang punya masa kelam dalam sejarah perjalanan fansnya kini telah bisa berubah menadi fans yang dewasa. Tragedi Heysel telah mencoreng wajah persepak bolaan Inggris, dan pelalu utamanya adalah para hooligan Liverpool. Nah dalam partai derby mersey side ini sebenernya gak kalah panas dengan partai Persija vs Persib. Malah derby mersey side ini bisa dibilang sarat dendam, karena seperti kita ketahui, munculnya Liverpool ditandai pengusiran Everton dari Anfield Stadium. Tapi, masing-masing supporter hanya membatasi perselisihan mereka hanya dalam lingkup sepak bola, dan itu pun tidak serta merta membuat mereka jadi beringas saat ada dalam satu tribun. Makanya jangan heran ya kalo dalam partai Liverpool vs Everton kalian melihat ada warna merah Liverpool dan warna biru Everton duduk bersebelahan.

# Real Madrid vs Barcelona

El Classico, dalam partai ini sebenarnya bukan hanya sarat gengsi dalam sepak bola. Lebih jauh, permusuhan Madrid dan Barcelona merambah pada aspek politik dan budaya. Namun panasnya perselisihan antar supporter ini masih dalam kendali aparat. Memang bisa dibilang fans Barcelona lah yang sepertinya lebih mendendam terhadap keseluruhan yang berbau Madrid, ini merunut tentang sejarah umum pertikaian catalan dengan kerajaan Spanyol. Malah ada sebuah slogan  "Catalan bukanlah Spanyol" yang diusung fans Barcelona yang sangat militan dan tentu salah satu fans itu mungkin yang mengerti sejarah panjang pertikaian antara Catalan dengan kerajaan Spanyol. Namun apresiasi patut diberikan kepada Madridista selaku fans Real Madrid, dalam perseteruan yang panas, fans Madrid tetap memberi respect ketika salah satu pemain Barcelona harus naik meja operasi.

Dari dua gambaran diatas gue rasa cukup buat menyadarkan kita untuk bisa lebih dewasa menyikapi apa yang terjadi dengan Persib dan Persija. Banyak perseteruan lainnya antara supporter-supporter besar klub sepak bola, tapi mereka cukup dewasa untuk sekedar menghindari bentrokan fisik. Liverpool vs Manchester United, Juventus vs Milan, Inter vs Milan, dan masih banyak lagi partai panas yang bisa kita jadikan contoh.

Satu hal yang unik adalah fakta mereka tetap bisa berada dalam satu stadion meski mereka saling bertikai. Faktor pengaman juga sangat fital dan penting dalam mengatur ketertiban. Berbeda dengan Persija dan Persib, dimana panpel dan aparat pengaman melarang viking datang ke Jakarta saat Persib bermain tandang, dan begitu juga sebaliknya, The Jak dilarang menemani Persija saat bertandang ke Bandung. Hal ini hanya malah akan menjaga permusuhan mereka tetap abadi, karena tak pernah ada kontak sama sekali antara satu dengan yang lainnya. Saat mereka bernyanyi dan mencela tim lawan, hal ini adalah tragis, namun sebuah pelajaran akan dapat dirasakan saat mereka duduk dalam satu stadion yang sama. Keterbiasaan atas perselisihan juga akan mendewasakan mereka dalam menentukan sikap. Contoh adalah partai Juve vs Liverpool pada Liga Champions 2005. Rekam jejak dan trauma tragedi Heysel masih sangat jelas. Namun panpel sama sekali tak melarang kedua fans saling berkunjung ke stadion masing-masing lawan. Pengamanan diperketan, koordinasi digencarkan, dan upaya-upaya perdamaian dikibarkan, dan hasilnya pertandingan berjalan lancar. Bila jakmania dan viking terus dipisah seperti ini, kapan dendam ini berakhir? bila tak bertemu makan kapan mereka akan berjabat tangan, meskin tanpa rasa, namun lambat laun semua akan berubah. Dalam tiap kejadian akan ada pelajaran dan pendewasaan yang bisa diresapi.

Damailah viking, dan damailah Jakmania, serta damailah seluruh supporter Indonesia. Banyak alasan untuk kita saling merangkul, dan banyak alasan pula bagi kita untuk saling berjabat tangan. Sudahi segala permasalahan ini, dan bersama-sama junjung sportivitas dalam sepak bola nasional. Karena biar bagaimana pun juga kita ini sebangsa dan setanah air, jadi sepertinya tak pantas bila kita saling melukai. Bukan begituuu pak hajiiii. . . :)

Published with Blogger-droid v2.0.4