orang bunian

18 Mei 2012

Gunung Daik, tempat yang disinyalir sebagai kediaman orang bunian

Cerita ini gue dapat dari seorang ibu ketika gue berkunjung ke tanah melayu Riau, dia bercerita tentang orang bunian ini. Awalnya gue bingung dengan wujud asli orang bunian ini, karena dari yang gue tau sebelum ini, orang bunian itu semacam mahluk halus yang menyeramkan. Tapi setelah gue mendengarkan cerita dari si ibu itu, ternyata berbeda dengan apa yang gue bayangkan.

Konon orang bunian ini ikut berbaur dengan masyarakat, biasanya mereka pergi kedaerah-daerah pasar atau tempat keramaian. Dan biasanya, mereka akan datang saat salah satu penduduk sedang mengadakan acara. Mereka meminjamkan alat-alat masak, kuningan bahkan emas. Tapi menurut kabar, kini orang bunian sudah enggan berbaur, karena barang-barang yang dipinjam penduduk banyak yang tidak dikembalikan. Hal yang unik dari orang bunian ini, mereka tinggal digunung, hutan atau tempat-tempat terpencil. Banyak pula yang berpendapat bahwa ruang waktu kita dan orang bunian itu berbeda. Ada cerita, konon bila seseorang dibawa/ diajak orang bunian ini main ketempatnya, maka ketika orang itu kembali seakan-akan orang yang diajak itu telah berpergian lama sekali, bahkan sampai bertahun-tahun, padahal orang itu hanya sebentar saja bermain ke tempat orang bunian itu.

Lebih lanjut, ketika gue coba bertanya pada si ibu tentang bagaimana rupa orang bunian itu, si ibu hanya memberikan beberapa ciri saja. Diantaranya, mereka tidak ada lekuk dibawah hidung seperti umumnya manusia normal, dan bentuk kakinya yang aneh. Menurut cerita yang berkembang, orang bunian ini banyak harta dan mereka sopan. Terkadang mereka mendatangi suatu perkampungan dan mengambil seorang warga kampung untuk dijadikan pasangan hidupnya.

Memang aneh cerita tentang orang bunian ini, tapi sampai sekarang masih banyak yang percaya kalo orang bunian itu benar-benar adanya. Khususnya buat warga di daerah Kepulauan Riau, orang bunian bukan hanya dongeng, tapi banyak dari mereka khususnya para tetua yang meyakini bahwa orang bunian itu memang ada. Khusus didaerah KepRi, orang bunian ini konon bertempat tinggal disekitar Gunung Daik yang bercabang tiga di daerah Lingga. Well, kira-kira gimana menurut kalian??

pantai batu berdaun dan misteri meriam tegak

17 Mei 2012

Pantai Batu Berdaun

    Matahari mulai menembus celah-celah jendela kamar, dan udara sejuk merasuk menyentuh tubuh ini yang tak terselimutkan. Ku buka mata ku dipagi ini, kesejukan mengingatkan ku akan suasana kampung halaman yang dulu. Dengan langkah setengah gontai aku bergegas menyiram diri. Hooaaammzz, meski masih terkantuk namun aku paksakan, sepertinya lelah sisa kemarin masih terasa. Setelah selesai mandi tak banyak yang aku kerjakan dipagi pertama ku ini di Dabo. Satu yang aku rasakan hanyalah keasingan yang tak membuatku aneh, justru aku merasa nyaman. Hari ini adalah perkenalan pertama ku dengan Doly, Kuning dan si Hitam.
Pantai Batu Berdaun, Dabo, Singkep, KepRi


    Pagi berlalu dan sekarang matahari mulai merangkak perlahan condong lebih kea rah barat. Inilah saatnya jalan-jalan J, berangkaaattt. Tujuan pertama adalah pantai yang cukup terkenal disini, Pantai Batu Berdaun, dengan mengendarai motor berangkat lah aku dan Nanda menuju lokasi. Sampai di tujuan, Pantai Batu Berdaun ternyata pantainya sepi, dan yang membuat ku penasaran adalah nama pantai itu, “Batu Berdaun”, dan usut punya usut, nama Batu Berdaun bukan tanpa sebab nama itu dipilih untuk nama pantai ini. Ternyata disalah satu pinggir pantai memang terdapat sebuah objek batu dengan ditumbuhi sebuah pohon. Unik namun aneh memang, dengan penasaran aku perhatikan pohon yang tumbuh di bebatuan itu, dan ternyata memang akar pohon itu muncul dari batu besar itu, amaziiinnggg!!! . Desiran angin yang berhembus membawa kenyamanan, pasir pantai dengan putihnya terhampar disepanjang pantai yang tenang namun menyejukan itu. Satu hal unik adalah ketika kami mampir kesebuah warung untuk membeli soft drink, disebelah warung terdapat sebuah pohon papaya, uniknya, buah pepayanya berwarna kuning, sayangnya aku tak sempat memotret pohon papaya unik itu . Dari kejauhan aku memandang sebuah batu diujung pantai ini, dan ternyata itu adalah objek di pantai sebelah pantai Batu Berdaun. Tanpa pikir panjang kita langsung menuju pantai yang berobjek sebuah batu besar itu, Pantai Batu Bungkuk.
Pantai Batu Bongkok


Tak lama kami singgah di pantai ini, selain karena sepi, suasananya seperti tidak bersahabat. Setelah photo beberapa gambar kami kembali ke pantai Batu Berdaub dan duduk disebuah tempat di pinggir pantai.

    Sore hari telah menjelang, jauh diujung pantai tampak segumpal awan menghitam berjalan mendekat kearah kami. Sepertinya aku dan Nanda memang harus sudah pulang, bergegaslah kami beranjak pulang. Ditengah perjalanan mata ku tertuju pada sebuah objek di sebelah kanan ku, sebuah meriam tua yang telah dipagar rapi berdiri kokoh menghadap langit. Meriam Tegak namanya, konon menurut cerita, meriam ini akan dipindahkan ketempat penampungan barang cagar budaya, tetapi katanya meriam itu tak dapat dipindahkan. Dari beberapa sumber diinternet yang ku buka, konon pemda setempat telah mendatangkan dua kali alat berat guna Memindahkan meriam itu, namun yang terjadi malah alat berat itu rusak dan tak bisa Memindahkan meriam itu. Hal unik itu membuat ku penasaran, kami putuskan untuk sejenak berfoto di situs cagar budaya itu.
Situs Meriam Tegak

air terjun batu ampar

Air Terjun Batu Ampar

Cerita ini ketika gue lagi ada ditanah melayu Riau, tepatnya di daerah Dabo, Singkep, Kepulauan Riau. Siang itu gue merencanakan sebuah perjalanan ke sebuah air terjun di daerah sekitar. Perjalanan lumayan jauh juga sih, tapi karena daerah yang emang masih sepi, jadi gak ada macet sehingga perjalanan lancar. Dengan mengendarai sepeda motor gue dan sang pacar beserta adik dan ibunda pacar gue, berangkat menuju air terjun batu ampar.
Air Terjun Batu Ampar


Suasana perjalanan cukup sejuk, meski panas namun udaranya segar, beda banget dah sama suasana Jakarta yang banyak polusi. Tak terlalu lama, kami sampai di air terjun batu ampar. Sejuk banget udaranya , air nya juga bersih serta duingin banget. Gak pake lama gue langsung aja nyelup dialiran air terjunnya, dan brrrr bener-bener dingin. Tapi sayang, seperti yang gue liat, tempat ini kurang perhatian dan sepertinya kurang terawat. Padahal air terjun ini bisa jadi alternatif rekreasi yang alami dan arena refreshing yang bagus. Air terjun batu ampar bukan yang tinggi, hanya beberapa meter saja, namun tempat ini menawarkan sebuah ketenangan yang alami. Di bawah air terjun terdapat kolam yang sayangnya sudah tak terawat pula. Sayang ya, padahal air terjun ini bagus buat objek wisata. Entah karena memang kurangnya minat atau promosi dari pihak pengelola yang kurang gencar, sehingga tempat ini jarang sekali didatangi pengunjung dari luar daerah. Atau karena memang tempatnya yang jauh yak?? hehehehehe.
Batu Ampar


Tapi buat gue pribadi, tempat ini memang menyenangkan. Kesejukan dan banyaknya pepohonan yang rimbun membuat gue terasa tenang dan nyaman.

liverpudlisme

15 Mei 2012


Akhirnya selesai juga kompetisi liga inggris 2011-2012 dengan Manchester City sebagqai juaranya. Tapi biar bagaimana pun, ini bukan musim yang bagus buat Liverpool. Sayang ya Liverpool gagal lagi finish di urutan ke 4 klasmen, yang tandanya gagal lagi buat berjibaku di Liga Champions musim depan. Tapi it's okay, beruntung Liverpool menjuarai piala Carling, dan mendapatkan tiket lolos ke piala UEFA. Meski masih dibawah liga champioms, tapi tak apa lah, toh partisipasi ini menandakan Liverpool masih bisa unjuk gigi di Eropa.

So, gue sebagai Liverpudlian jelas kecewa, tapi buat gue pantang jadi karbitan. Dan semoga musim depan Liverpool bisa lebih beruntung dan bisa memperbaiki kesalahan di musim ini. Beberapa pemain udah pada diincar dan semoga nantinya bisa direkrut dan memberi kontribusi yang lebih buat Liverpool. Musim ini memang bukan musim yang baik bagi Gerrard CS, banyak kehilangan point dikandang dan sering tumbang ditangan klub yang notabene diatas kertas harusnya bisa dimenangkan. Tapi itulah sepak bola, bukan hanya sekedar skill dan strategi, keberuntungan juga menjadi salah satu fatktor terpenting.

Akhir kata gue cuma berharap dimusim yang akan datang semoga Liverpool bisa berbenah dan lebih didekatkan pada keberuntungan.

YNWA